Blog Majalah Pearl
Sambil meminum secangkir teh,
selamat membaca artikel-artikel kami!
Money Talks
Siapa diantara kita yang ngga pernah mengalami masalah keuangan? Ada kalanya segala sesuatu mengalami kelesuan, banyak persoalan yang tidak kunjung selesai lalu datang lagi persoalan lainnya. Sebuah kondisi yang membuat banyak pengeluaran harus dilakukan. Tapi, Pdt. Myles Munroe pernah mengajar bahwa Allah tidak memberikan apa yang kita butuhkan saja tetapi apa yang mampu kita kelola.
Child! Take a Stand and Be Mature!
Menurut pendapatmu, bagaimana respon kamu saat kamu mengalami hal–hal seperti ini:
a) Pendapatan pas-pasan ditambah kewajiban untuk memelihara orang tua di rumah?
b) Tidak ada cukup budget untuk jalan-jalan keluar negeri dan punya waktu lebih untuk do something fun karena kebutuhan orang lain?
c) Menghadapi extra grace person dalam kehidupanmu?
d) Masuk kantor harus berangkat gelap, pulang kantor juga udah gelap dan paham bahwa aku butuh baca Firman Tuhan tapi kok rasa-rasanya ngga sempat?
e) Tahu ada saudara yang kurang mampu sedang sakit dan butuh pengobatan?
f) Dekat dengan orang-orang yang jatuh dalam dosa seksual?
g) Dituduh melakukan sesuatu yang tidak kamu lakukan, lalu orang yang menuduhmu terbukti salah sehingga ia terancam dikenakan sanksi?
h) Dilecehkan oleh orang terdekat karena keterbatasanmu?
i) Difitnah oleh teman sekerja, akibat persaingan yang tidak sehat, padahal kamu orang yang jujur dan rajin?
Self Control In Midst Of Anger
Apa yang pertama kali muncul dalam pikiranmu saat berhadapan dengan orang yang termasuk dalam extra grace required? EGRP atau Extra Grace Required Persons adalah tipikal orang-orang yang sulit dan butuh banyak kesabaran untuk menghadapinya. Intinya, EGRP ini rasanya selalu bikin kita pengen marah. Apakah di sekelilingmu ada tipe orang seperti ini?
Emotional Affair (Part 3)
Kemaren kita bahas Do's dalam membangun hubungan yang sehat dengan pasangan. Nah, hari ini kita akan bahas Don'ts supaya kita gak terjatuh dan malah melakukan emotional affair dengan orang lain.
Emotional Affair (Part 2)
Kemaren aku ngebahas tentang "emotional affairs". Hari ini aku pengen ngebahas gimana caranya supaya kita gak bergantung secara emosi kepada orang lain selain suami.
Emotional Affair (Part 1)
Apakah kalo udah married perlu bikin batasan-batasan emosi juga? Menurutku perlu! =) Tapi omong-omong, apa sih itu batasan emosi? Mengutip Jeung Grace, batasan emosi itu rambu-rambu yang kita pegang selama pacaran untuk melindungi hati kita supaya gak terikat secara emosi atau jatuh cinta terlalu cepat dan terlalu dalam dalam pasangan yang BELUM jadi suami istri. Lhooo... kalo gitu, batasan emosi itu cuman perlu untuk orang yang baru pacaran, donk. Masa udah married pake batasan emosi juga!
Marah Itu Pilihan
Bahagia itu sederhana. Kalimat ini jadi tema statusku dan beberapa kawan saat mengikuti kuis yang diadakan oleh Morris. Dan aku bersyukur mengikuti kuis itu, membuatku menyadari kalo bahagia itu gak cuma sederhana, sesederhana saat kita memutuskan buat bahagia.
Hati: Keras vs Lemah Lembut (Bagian 3)
Setelah belajar tentang perbedaan hati yang keras dan lemah lembut dan bagaimana Tuhan mengubah hati kita, sekarang kita akan belajar tentang satu hal yang tidak kalah penting yaitu roh yang baru.
Hati: Keras vs Lembut (Bagian 2)
Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang barudi dalam hatimu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras, dan kuberikan kepadamu hati yang taat. (Yehezkiel 36:26)
Membaca ayat ini, entah kenapa saya membayangkan operasi transplantasi hati. Operasi yang dilakukan Tuhan untuk mengambil hati kita yang batu, dan menggantinya dengan hati daging. Masalahnya operasi itu tidak ada yang nyaman, apalagi operasi besar seperti cangkok hati. Bayangkan, Tuhan membedah bagian-bagian yang paling tersembunyi, menyayat, mengiris atau memotong beberapa bagian diri kita yang paling peka. Dan setahuku, di ruang bedah Tuhan tidak dipakai obat bius...
Hati: Keras vs Lemah Lembut (Bagian 1)
Ketika merenungkan makna kelemahlembutan, ayat ini terlintas di pikiran saya:
Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam hatimu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras, dan kuberikan kepadamu hati yang taat. (Yehezkiel 36:26)
A Moment to Pause
Saat kita bangun tidur, biasanya anak sudah bangun dan aktif berkeliaran di rumah. Lalu dengan mata masih setengah tertutup kita ‘menangkap’ mereka, memandikan, serta memakaikan baju. Setelah itu, kita menyiapkan sarapan dan membantu mereka menghabiskan makanannya. Terkadang harus ada selingan episode lari-larian karena anak tidak betah duduk diam untuk makan. Setelah mengantarkan mereka sekolah, kita baru bisa mandi untuk siap-siap bekerja. Daftar to-do-list ini bila diteruskan bisa sangat panjang hingga kita berteriak di dalam hati: STOP! I NEED A BREAK!
Resensi Buku: Tuhan Tidak Salah Desain
Buku ini adalah karya seorang ibu yang menerapkan sendiri homeschooling bagi anaknya yang berkebutuhan khusus. Ibu Ning, penulis buku ini, mempunyai dua anak berkebutuhan khusus. Ia begitu piawai mengolah kata dan menembus hati para pembacanya. Jauh dari kesan menggurui, buku ini justru memantik api semangat untuk memperjuangkan hak para penyandang disabilitas. Hak untuk tidak dikasihani, namun dikasihi sebagai mana mestinya. Hak untuk memaksimalkan potensi dan menggali bakat terpendam. Hak untuk menjadi the best version of themselves.
Rahasia Cantik tanpa Kosmetik
Beauty hurts... they say. Beauty bloggers merajalela, produk kosmetik dengan target sasaran kaum hawa laris manis... Bisnis kosmetik tuh pasti membawa keuntungan deh...
Movie: Lorenzo’s Oil
Tidak ada kata menyerah untuk orang tua Lorenzo yang anaknya didiagnosa menderita Adrenoleukodystrophy (ALD). Peluang hidup setelah divonis ALD hanyalah dua tahun.
Belajar Berkata Maaf
Waks... Aneh banget sih, minta maaf aja kok perlu belajar. Yang natural aja deh ... mengalir aja deeehh. Toh yang penting udeh bilang, "Maaf". Selesai toh?
The Power of Gentle Tongue
Kata kelemahlembutan terdengar kurang menarik bagi sebagian dari kita. Dalam bahasa kita, kata ini sering diasosiasikan dengan sikap yang terlihat lemah dan lembut. Namun di dalam bahasa Inggris, kata yang dipakai adalah gentleness atau meekness. Dalam bahasa Yunani, digunakan kata praotes yang artinya strength in gentleness; keseimbangan antara power dengan pengendalian diri; strength under reserve; kemampuan untuk tidak bersikap kasar yang tidak membangun namun juga dapat bersikap tegas bila diperlukan.
Lemah Lembut pada Suami
Pernahkah bertengkar karena perkataan?
Aku pernah. Sering.
Biasanya ini TKP-nya di rumah.
Sasarannya? Suamiku.
Kelemahlembutan: Belajar dari Musa (2)
Musa juga pernah gagal menaati Allah. Ketidaktaatan Musa terjadi saat bangsa Israel kehausan di padang gurun dan bersungut-sungut meminta air kepada Musa dan Harun. Ketika Musa dan Harun melaporkan sungut-sungut bangsa Israel kepada Tuhan, Tuhan memerintahkan Musa untuk berbicara kepada sebuah bukit batu agar mengeluarkan air, sehingga bangsa Israel bisa minum. Namun, Musa tidak melakukan tepat seperti yang diperintahkan oleh Tuhan. Kisah lengkapnya bisa kita baca di Bilangan 20:2-13.
Kelemahlembutan: Belajar dari Musa (1)
Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi." (Bilangan 12:3)
Mungkin sulit ya, untuk membayangkan Musa sebagai orang yang lembut. Dia adalah orang yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Kita tahu betapa tegar tengkuknya bangsa ini, kan?
Tragedi Es Cendol Bandung
Kira-kira tiga tahun yang lalu, aku ditempelak habis-habisan in the matter of words. Sebagai gambaran, temperamen dasar-ku Sanguin yang kalo ngomong ga pernah dipikir dan apa yang dipikir pasti bakal diomongin. Wakakaka, intinya aku tipe orang yang kalo ngomong frontal, kalo seneng ya seneng, kalo marah ya bilang marah, kalo ngga suka ya bilang ga suka. Intinya, aku apa adanya dan jarang mempertimbangkan apa akibatnya, especially efeknya terhadap perasaan seseorang.

