Blog Majalah Pearl

Sambil meminum secangkir teh,
selamat membaca artikel-artikel kami!

Pearl Magazine Pearl Magazine

Bersyukur Lahir Sebagai Perempuan

Ketika saya masih kecil, saya sering menyesali mengapa saya diciptakan sebagai perempuan. Gara-garanya, semua permainan yang saya suka, mulai dari memanjat pohon, yoyo, robot-robotan, sampai sepak bola, diberi label “permainan anak laki-laki.” Saya tidak suka main masak-masakan atau main boneka. Saya tidak suka rambut saya dikepang-kepang. Saya tidak suka pakai rok ala-ala Frozen! Saya juga tidak suka melihat anak kecil menangis (menurut saya, menangis tanda kelemahan), padahal anak cewek terkenal cengeng. Wah, pokoknya saya menyesal lahir sebagai anak perempuan.

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Prepare my(our) perfect wedding

Hampir setiap wanita suka dengan Wedding Day, punya mimpi sendiri tentang hari pernikahan mereka. Untuk pria gak tau deh pemikiran mereka suka juga dengan wedding day seperti kita, entah bagaimana pemikiran tentang wedding day. Gue pribadi (diluar standard / budaya yang memang menginginkan pernikahan) suka dengan wedding day, karena beberapa hal…

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

The Distinct Natures of Men and Women

Pria dan Wanita, jelas banget ya bedanya mulai dari cara berpikir, bertindak, dan memberi respon. Lantas hal apa yang secara prinsip merupakan perbedaan yang Allah ciptakan dalam masing-masing manusia ini?

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

What Jesus Wants

Hari ulang tahun merupakan hari yang paling spesial bagiku. Memang terdengar kekanak-kanakkan, namun itulah yang aku rasakan hehe... Menjelang hari ulang tahun, sahabatku setiap tahun pasti bertanya, “Lagi mau apa?” Sahabatku selalu ingin memberikan hadiah yang sesuai dengan yang aku mau saat itu. Baginya, tidak penting memberi surprise hadiah yang ia tebak sendiri namun pada akhirnya tidak tepat sasaran.

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

A Time to Remember

Memasuki bulan Desember, sebagian dari kita mungkin mulai tenggelam di dalam kesibukan untuk mempersiapkan Natal dan liburan akhir tahun. Latihan pelayanan di gereja, terlibat dalam kepanitiaan, terlibat dalam kegiatan charity ke panti-panti, menghadiri berbagai Christmas dinner dengan lingkungan pertemanan yang berbeda-beda, menghadiri kebaktian Natal beruntun, lalu pergi liburan bersama keluarga dan seterusnya. Daftar ini bisa bertambah panjang sekali…

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Membangun Tradisi Natal Keluarga: Ngedapur Bareng

Menyambut Natal, tidak ada salahnya kita memiliki tradisi Natal bersama keluarga, apalagi jika tradisi itu sebagai upaya menyatakan dan mengingat kasih Kristus. Tradisi bisa menjadi upaya merajut tali silaturahmi dan menunjukkan wujud kasih Kristus dalam hidup keluarga kita. Contoh-contoh tradisi keluarga Kristen umumnya: Tradisi ibadah Natal keluarga, ngumpul makan malam bersama, tukar kado dan sebagainya.

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

My 21st Century Christmas: Tradition or Devotion?

Perayaan Natal identik dengan umat Kristiani. Tentulah sebagai umat Kristen, kita menghadiri ibadah Natal dan merayakan 25 Desember sebagai hari lahir Tuhan Yesus Kristus. “Christ” dan “mass” yang artinya massa para pengikut Kristus menjadi asal muasal kata Christmas. “Christmas” berarti sekelompok massa pengikut Kristus yang beribadah bersama secara massal. Uniknya, jemaat mula-mula justru tidak merayakan Natal seperti merayakan Paskah! Tanggal tepat kelahiran Kristus pun senantiasa menjadi perdebatan! Lantas sejak kapan Natal dirayakan setiap Desember tanggal 25?

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Book Review: A Christmas Carol by Charles Dickens

Bagaimana jika seorang rekan bisnis yang telah meninggal tujuh tahun yang lalu tiba-tiba menggentayangi anda? Rekan bisnis itu menjadi arwah penasaran yang tidak tenang di alam kubur dan masih berkeliaran di bumi. Seram banget intronya ya?

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

The Real Christmas Tradition

Hi Pearlians, bulan Desember ini biasanya identik dengan perayaan Natal dan tahun baru. Bulan ini penuh dengan rencana liburan, kumpul bersama keluarga dan tukar kado dengan orang-orang yang kita kasihi. Ngga salah sih, tapi sayangnya masih ada diantara kita yang salah fokus untuk menghidupi makna Natal itu sendiri, misalnya kita lupa bahwa Natal adalah Kasih yang berkorban, karena Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk memperbaiki hubungan Allah dan manusia yang terpisah karena dosa. Banyak diantara kita yang saat ini merayakan Natal dengan fokus pada hal-hal yang tidak esensial, contohnya: mengharapkan baju baru/kado/liburan/makanan spesial. Bagaimana menurut kalian? faktanya mengasihi diri sendiri saat Natal itu nyata loh.

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Rumput dan Uap Air (Part 3)

Setelah nulis tentang Who am I? dan poin 1 kemaren, sekarang aku mau share poin 2-nya :)) Selain bicara tentang kesetiaan Allah, Natal itu juga adalah…

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Rumput dan Uap Air (Part 2)

Who am I? menggambarkan bahwa manusia—termasuk kita—rapuh seperti rumput dan uap air. Iya. Bahkan Rasul Petrus juga menuliskan hal yang sama dalam 1 Petrus 1:24. Itu artinya, kita rentan terhadap hal-hal yang dapat menyebabkan luka dan kepahitan. Sekuat-kuatnya kita, kerapuhan itu bisa menyerang tanpa disadari -.-“

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Rumput dan Uap Air (Part 1)

Di renungan kali ini, aku mau berbagi tentang salah satu lagu favoritku – Who Am I dari Casting Crowns. Mari sama-sama belajar betapa manusia—termasuk kita—sangat rapuh dan membutuhkan pertolongan Tuhan dalam hidup ini. Natal bukan cuma tentang kelahiran Yesus Kristus, tapi juga tentang Dia yang menjadi pemantik harapan yang padam, kan?

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Not as Harmless as It Seems (Part 3 - end)

Seperti uang, makanan juga adalah bagian penting dari kehidupan kita. Tetapi banyak orang tidak menyadari ini: Kadang-kadang, mereka terlalu sibuk/asyik mengerjakan sesuatu hingga lupa untuk berhenti sejenak dan makan. Asupan makan memang memegang peranan penting dalam kesehatan dan pertumbuhan kita.

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Not as Harmless as It Seems (Part 2)

Mengendalikan diri dalam hal keuangan dimulai dari hal yang cukup sederhana: persembahan dan perpuluhan. Apakah masih sulit bagi kita untuk mengembalikan apa yang memang seharusnya kepunyaan Tuhan? Apakah kita sadar bahwa kita tidak memberi, melainkan hanya mengembalikan?

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Not as Harmless as It Seems (Part 1)

Buah roh yang akan kita bahas pada bulan ini adalah pengendalian diri, alias self control. Seringkali ketika kita berpikir tentang pengendalian diri, mungkin kita berpikir tentang momen-momen “besar”, misalnya ketika Yusuf menolak ajakan Tante Poti untuk bobo bareng, kegagalan Daud dalam mengendalikan dirinya yang berakhir dengan membunuh Uria untuk mendapatkan Batsyeba, dst. Namun sebenarnya, pengendalian diri itu dimulai dari hal-hal “kecil” yang kelihatannya tidak merugikan orang lain—hal-hal kecil yang terlihat “harmless”. Nah, apa saja sih, hal-hal ini?

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

Dewasa dan Menguasai Diri

Apa yang membedakan anak kecil umur 3 tahun dengan orang dewasa? Jawabannya adalah penguasaan diri. Yang satu, yaitu orang dewasa, bisa mengontrol dirinya, sementara anak kecil belum.

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

How to Manage Your Busy Day (2)

Salah satu kebingungan yang dihadapi semua orang adalah gimana caranya buat bikin jadwal dan set a priority list. Ya apa ya, hayoo? :p

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

How to Manage Your Busy Day (1)

Siapapun kita pasti punya kesibukan masing-masing. Baik sebagai mahasiswa, karyawan kantoran, freelancer, guru, maupun pekerjaan lainnya (apalagi ibu rumah tangga (alias IRT) yang kerjanya 24 jam tiap hari). Dan dalam setiap pekerjaan kita tentu dipenuhi dengan tugas maupun tuntutan. Ya, nggak? :p

Read More
Pearl Magazine Pearl Magazine

It is Well with My Soul

Lagu tersebut adalah salah satu lagu favoritku, terutama setelah aku mengetahui peristiwa yang melatarbelakangi terciptanya lagu yang penuh dengan makna itu. Apa yang dialami si pencipta lagu, H. G. Spafford, bukanlah hal yang mudah. Namun dia tetap dapat menguasai diri untuk tidak menyalahkan Tuhan, bahkan membuat sebuah hymne yang masih dinyanyikan sampai sekarang :)

Read More