
Blog Majalah Pearl
Sambil meminum secangkir teh,
selamat membaca artikel-artikel kami!
Manajemen Keuangan
Ada lebih dari 2000 ayat di Alkitab yang membahas aturan main menjadi penatalayan yang setia dalam hal keuangan dan harta benda. Wah… banyak sekali ya? Tentu karena Tuhan sangat memahami kebutuhan manusia akan uang, namun Ia juga mengerti kecenderungan hati manusia yang bisa dilemahkan oleh uang.
Yuk, kita sama-sama belajar mengapa mengelola uang itu penting dalam kehidupan iman sebagai pengikut Kristus.
Menghitung Hari dan Menjadi Bijaksana
Setiap kali membaca Amsal 31, saya membayangkan seorang wanita dengan banyak sekali hal yang harus dia lakukan. Dalam konteks perikop ini, tentu saja semua hal itu berkaitan dengan perannya sebagai seorang istri. Dia menyediakan makanan, mengurus ladang, membuat permadani dan kain, bahkan masih sempat memperhatikan mereka yang hidupnya belum seberuntung dirinya. Kadang-kadang, saya bertanya-tanya bagaimana dia mengatur waktu dan kekuatannya untuk mengerjakan semua kesibukan itu?
Dasar Kuat Pernikahan Kristen (Part II)
Ketaatan yang alkitabiah adalah tindakan kerelaan, bukan penaklukan berdasarkan paksaan atau rasa takut. Ketaatan ini muncul ketika kita tidak lagi meninggikan diri sendiri dan memutuskan untuk mengasihi. Tindakan-tindakan Kristus sangat erat kaitannya dengan ketaatan.
Dasar Kuat Pernikahan Kristen (Part I)
Saya pernah iseng berkata kepada suami saya, kalau saya besar di Amerika jaman ini, mungkin saya akan jadi salah satu anak yang sangat bingung dan menjalani terapi perubahan gender. Pikiran itu muncul karena, saat ini, ide perubahan gender sudah sangat umum dan tidak lagi dianggap konyol seperti pada masa generasi sebelumnya.
Penderitaan Untuk Kemuliaan
Siapa diantara kita yang menganggap kehidupan orang kurang percaya tampaknya lebih indah dibandingkan hidup kita sebagai orang percaya? Kayanya dia orang yang ngga segitunya memprioritaskan Tuhan dalam hidupnya, penuh kemunafikan, tipu daya, kurang bersahabat, tetapi kenapa ya hidupnya lebih asyik daripada kehidupanku? Jujur deh, siapa yang pernah ngalamin iri hati seperti ini?
Hidup Adalah Kristus
Di tengah-tengah kondisi kritis ini, kita banyak mendengar berita dukacita, baik dari orang yang tidak dikenal secara dekat hingga dari orang terdekat kita. Walaupun sudah berdoa agar setiap anggota keluarga yang kehilangan dikuatkan, tetapi keadaan ini juga mengingatkan kita pada satu pertanyaan Allah ketika nanti tiba waktunya untuk menghadap diri-Nya:
Sudahkah hidupmu menunjukkan citra-Ku?
Layak Dipertahankan Hingga Tetes Terakhir
“Apakah kebenaran ini (Injil) layak diperjuangkan sampai mati?”
Kalimat ini adalah bagian penutup dari buku Hanya Ada Satu Tuhan yang ditulis oleh Nabeel Qureshi, seorang apologis yang juga pernah melayani di Ravi Zacharias International Ministries—seorang yang berapologetika atau membela iman.
Membangun Karakter, Kapasitas dan Kapabilitas Dalam Persekutuan
Dua tahun lalu saya memulai sebuah usaha mandiri sebagai vendor kegiatan edukasi untuk anak dan orangtua. Langkah yang dimulai dengan keragu-raguan dan keterbatasan itu telah menjadi sesuatu yang disyukuri. Hingga saat ini saya masih terus belajar untuk membesarkan usaha ini dan menikmati setiap perkembangannya. Dari sekian banyak hal yang saya pelajari, pengatahuan tentang karakter, kapasitas dan kapabilitas adalah yang paling menarik.
Disiplin Rohani Pribadi, Masih Perlukah?
Sebagai orang percaya, kita diajarkan untuk mengimani (dan memang benar demikian adanya) bahwa Allah sangat mengasihi manusia. Dia menciptakan manusia sesuai gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:27-28). Manusia diciptakan bukan seperti robot yang otomatis menuruti Sang Pencipta, tapi Allah memberikan kehendak bebas pada manusia dan manusia memilih untuk memberontak kepada Allah.
Harga Mati sebuah Kemenangan
Keadaan lapar juga pernah dirasakan oleh Tuhan Yesus. Setelah Ia dibaptis, Roh Kudus membawanya ke padang gurun. Di sana Ia berpuasa selama 40 hari, dan Ia juga dicobai oleh Iblis disana. Ada empat hal yang bisa kita pelajari tentang Iblis dan trick-nya saat mencobai kita.
Surat dari Kami bagi Sang Guru
Kebersamaan kita yang manis...
Kebersamaan kita yang memukau...
Kebersamaan kita yang menakjubkan...
Kebersamaan kita yang menyenangkan....
Namun, mengapa perpisahan kita begitu menegangkan dan mengenaskan?
Mendidik Anak sebagai Rekan Allah di dalam Kekudusan
Tuhan memberikan perintah di dalam Ulangan 6:4-9 kepada para orang tua di Israel melalui Musa beribu tahun yang lalu, dan perintah ini terus berlaku hingga sekarang. Tuhan memerintahkan kita, sebagai orang tua, untuk hidup di dalam pengenalan terhadap Dia, satu-satu-Nya Allah yang benar dan hidup, serta kita dipanggil mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan kita (Matius 22:37). Tidak berhenti di sana, Tuhan juga memerintahkan kita untuk mengajarkan hal itu kepada anak-anak kita, sehingga mereka juga mengikuti perintah tersebut.
Pertanyaannya, bagaimana kita bisa mengajarkan hal ini kepada anak-anak?
Rut: Memisahkan Diri dari Dunia
“Mungkin ga sih, kita memisahkan diri dari dunia??”
“Iya, ya. Kan, kita tinggal di dunia…”
“Jadi, harus bagaimana??”
Pentakosta
Wah, tidak terasa ya, kita sudah akan memasuki pertengahan tahun 2021! Rasanya waktu cepat sekali berlalu dan pastinya kita sama-sama merasakan penyertaanNya kan? Hehehe.. Yaps, bener banget, Tuhan pastinya tidak pernah meninggalkan kita, apalagi Roh Kudus yang memang ditugaskan untuk ada bersama-sama kita, karenaNya kita menjadi kuat dan mampu melalui masa-masa sulit ini.
Pendidikan Holistik
Siapa yang bisa memungkiri pentingnya pendidikan? Dalam Amsal 1:7 disebutkan bahwa awal dari pengetahuan atau pendidikan adalah takut akan Tuhan. Dalam Ulangan 6:7-9 juga dijelaskan mengenai pendidikan di rumah, tentang bagaimana orang tua mengajarkan perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Perintah itu harus diperkatakan siang dan malam, dijadikan symbol, bahkan ditulis pada tiang pintu rumah dan pintu gerbang.
Dikuduskan oleh Firman
Siapa sih, di zaman ini yang bisa hidup kudus? Kalau zaman dulu, konsep kekudusan itu mempersembahkan korban bakaran dengan syarat dan ketentuan dari Tuhan, karena hukum Taurat berisi acuan hidup yang paling relevan kala itu. Lantas, bagaimana dengan kita yang ada di zaman sekarang?
Memang Kita Berbeda
Di Indonesia, semua orang wajib beragama. Namun bagi banyak orang, agama itu hanya berhubungan dengan hal-hal eksternal, sehingga kita sering mendengar, “Semua agama sama saja.”
Solusi Dosa
Sebagai orang percaya, kita diajarkan untuk mengimani (dan memang benar demikian adanya) bahwa Allah sangat mengasihi manusia. Dia menciptakan manusia sesuai gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:27-28). Manusia diciptakan bukan seperti robot yang otomatis menuruti Sang Pencipta, tapi Allah memberikan kehendak bebas pada manusia dan manusia memilih untuk memberontak kepada Allah. Manusia berbuat dosa karena natur manusia yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam Kejadian 3, kita mempelajari kejatuhan manusia ke dalam dosa. Adam dan Hawa tergoda pada bujukan Iblis karena ingin menjadi seperti Allah yang mengetahui kebaikan dan kejahatan (ayat 5). Mereka melanggar perintah Allah dengan memakan pohon pengetahuan yang baik dan jahat.
Maut Dikalahkan
Kemarin Minggu (4 April), semua orang Kristen merayakan Paskah. Ya, Paskah menjadi tanda kemenangan Yesus Kristus—Sang Anak Allah—atas dosa, dan menjadi bukti bahwa Dia adalah Juruselamat yang hidup. Meski demikian, dalam natur-Nya sebagai manusia, Kristus juga mengalami kematian dulu sebelum pada akhirnya bangkit. Secara teori, kita tahu bahwa kematian merupakan garis akhir bagi semua manusia. Namun pernahkah terlintas di benak kita alasan di balik adanya kematian ini, dan mengapa Kristus harus bangkit dari kematian?
Darah Anak Domba
Pada suatu hari yang bersejarah di tanah Mesir, bangsa Mesir mengamati orang Israel yang sibuk sekali menyiapkan makan malam bagi keluarga mereka. Menjelang sore, orang Israel menyembelih anak domba—seekor bagi tiap keluarga—dan menyiapkan dagingnya untuk diolah. Lebih anehnya lagi, darah anak domba itu mereka sapukan di ambang pintu rumah. Orang Mesir tahu bahwa orang Israel melakukan hal tersebut karena Tuhan mereka berkata bahwa malam itu akan datang bencana yang menakutkan, dan hanya rumah yang memiliki darah anak domba di ambang pintu rumah merekalah yang tidak akan kena bencana itu. Tetapi, mana mungkin itu terjadi, ya kan? Apa yang bisa dilakukan darah anak domba untuk menyelamatkan nyawa orang?